Cara mencari listing properti untuk di jual


image by peluangproperti.com


Memiliki banyak properti untuk di jual ( dalam istilah broker properti di sebut listingan ) wajib hukum nya bagi seorang broker properti.
Semakin banyak listingan, semakin besar pula peluang terjadi nya penjualan atau closing.

Dolf de roos, Ph.D, seorang pakar dan investor properti, ia berpendapat bahwa seorang broker properti harus mempunyai sekurang kurang nya 20 listingan untuk menghasilkan satu closing, ini berdasarkan pengalaman nya. Boleh di percaya boleh tidak, tapi yang pasti semakin banyak listingan semakin besar pula probablitas terjadi nya penjualan.
Dari mana broker properti mendapatkan listing? Berikut kita bahas sumber - sumber listing yang bisa anda dapatkan dengan mudah :


1. Keluarga dan teman - teman keluarga.
Ini lah sumber listing yang sangat gampang urusan nya. Anda tidak perlu lagi meyakinkan pemilik untuk menjual properti nya melalui anda, karena hubungan keluarga adalah hubungan kekerabatan terdekat dan pasti di landasi oleh saling percaya.
Keluarga yang di maksud disini tidak hanya saudara kandung, tapi melingkupi semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Cara yang tepat bagi anda untuk mendapatkan listing dengan cara memperkenalkan diri anda sebagai broker properti profesional, sehingga ketika teman - teman dari keluarga anda yang membutuhkan jasa broker properti, maka nama anda lah yang pertama kali muncul di benak mereka.

2. Teman dan kawan - kawan dari teman.
Listingan dari teman adalah setali tiga uang dengan listingan milik keluarga, lebih mudah urusan nya. Di mulai dari teman sekampung, teman semasa TK, SD, SMP, SMA, kuliah dan teman sekantor anda.
Termasuk juga teman sesama organisasi, pengajian, arisan, dan lain - lain.

3. Masyarakat sekitar.
Dalam kehidupan bermasyarakat kita saling berinteraksi, dimana dalam proses berinteraksi tersebut akan mengalir informasi - informasi. Mulai dari informasi tidak penting seperti gosip sampai informasi yang bersifat serius, tidak jarang juga informasi properti yang akan di jual pun tak luput menjadi perbincangan dalam proses interaksi tersebut.

4. Notaris PPAT
Berkenalan dengan notaris dan PPAT juga memberikan banyak informasi mengenai properti yang akan di jual.
Sebenarnya informasi dari notaris dan PPAT lebih valid karena mereka bisa langsung mengetahui harga properti di sekitar, karena salah satu tugas notaris dan PPAT adalah membuat akta jual beli properti.
Dengan di buatnya akta jual beli, maka dengan begitu mereka mengetahui harga pasaran yang berlaku di lokasi tersebut sehingga mereka dapat memberikan advice mengenai harga, apakah murah? Sesuai harga pasaran? Atau kemahalan?

5. Developer
Anda bisa mengajukan kerja sama kepada developer untuk memasarkan produk nya. Umum nya walau pun developer memiliki tenaga inhouse marketing di lokasi proyek, akan tetapi tidak menutup kemungkinan mereka juga menerima kerjasama dengan broker properti dengan perjanjian tertentu.

6. Sesama broker.
Sesama broker properti juga saling bekerja sama dalam menjualkan suatu listing, yang dalam istilah nya di kenal dengan nama co - broking atau co - broke.
Penjelasan sederhana nya bahwa co - broking atau co - broke adalah kerja sama antar broker properti dalam hal menjual suatu listing dengan perjanjian tertentu. Umum nya komisi akan di bagi dua sama rata.

7. Bank
Berkenalan dengan orang bank memberikan keuntungan tersendiri dalam pekerjaan kita sebagai broker properti. Ini berkaitan dengan ada nya properti yang akan di lelang karena kredit macet.
Informasi seperti itu sangat berharga karena kemungkinan kita akan memperoleh harga yang sangat bagus.
Pada prinsip nya bank lebih suka kredit macet secepat nya di selesaikan. Salah satunya dengan menjual jaminan tanpa melalui lelang yang menjadi penyelesaian akhir nya. Jika penyelesaian dengan lelang, maka akan ada sederet proses yang memakan waktu, karena kepentingan bank hanyalah "hutang harus segera di lunasi".

8. Pejabat lelang
Pejabat lelang mengetahui mana saja properti yang akan di lelang. Bisa saja para petugas lelang menawarkan untuk di jual di luar lelang terlebih dahulu, sehingga proses nya lebih simple dan cepat.
Disini lah kita sebagai broker properti berperan untuk menginformasikan propertinya kepada calon pembeli (investor).

9. RT, RW dan lurah.
Di beberapa daerah, terutama di lokasi hunian para pejabat RT, RW dan lurah memiliki informasi tentang properti yang sedang di jual di daerah nya.
Mereka bisa di manfaat kan untuk mencari listingan, tentu saja dengan menawarkan sejumlah tanda jasa :D

10. Iklan media massa
Iklan media massa bisa di jadikan sumber dalam mendapatkan listingan. Iklan yang bisa di manfaatkan untuk mendapatkan listingan adalah iklan yang di jual oleh pemilik (owner) nya langsung. Ciri - ciri nya pemasang iklan memasukkan alamat lengkap pada properti yang sedang di jual. Jika iklan tidak mencantumkan alamar lengkap bisa di pastikan bahwa pemasang iklan adalah seorang broker properti.

11. Website jual beli properti.
Anda dapat mencari listingan pada website jual beli properti seperti OLX, Rumah.com, rumah123.com dan lain - lain.
Sama prinsip nya dengan iklan media massa, anda juga harus mencari listingan yang di jual oleh pemilik (owner) nya langsung. Ciri ciri nya sama dengan iklan media massa.

12. Forum - forum dan mailing list (milist).
Forum - forum atay milist juga bisa di jadikan sumber untuk mendapatkan listing, terutama forum yang menyediakan sub forum jual beli properti.
Contohnya "kaskus" dan milist "YukBisnisProperti". Properti yang bagus untuk di jadikan listing adalah properti yang di jual oleh pemilik (owner) nya langsung.
Cobalah hubungi pemilik properti nya dengan sopan.
********


Setelah membaca artikel ini, cobalah mempraktekkan nya sendiri untuk mengasah kemampuan anda agar bisa menjadi seorang broker properti profesional.
Selamat mencoba...
( materi training indobroker)
Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan